Evolusi ‘Unik’ Action Camera yang Bikin Greget!

unikcover1

Hayo ngaku, siapa yang nggak doyan selfie atau wefie hari gini? Kayaknya hampir 9.99% suka deh. Bahkan, ada lho yang rajin banget melakukannya. Liat tempat keren dikit, langsung ‘mager’, terus jepret! Tapi. tahukah kamu, dahulu kala acara jepret-menjepret ini sangat sulit dilakukan, mengingat besar, berat dan mahalnya kamera pada masa itu. Sebut saja kamera Obscura, Dry Plates dan Kodak versi awal. Berbalik memang jika dibandingkan dengan kamera masa kini, yang tidak hanya ringan, tapi juga dibekali fitur dan teknologi super canggih, salah satunya seperti action camera.

Bicara soal action camera, ternyata cukup banyak kisah unik dibalik kemunculannya yang asyik untuk diketahui. Apa saja? Yuk, simak ulasannya di bawah ini,

Sejarah awal kemunculannya

unik2

Menurut ulasan yang dirangkum dari zetizen.com, pada tahun 1960-an, legendary skydiver Bob Sinclair ingin menggambarkan secara nyata rasanya terjun dari langit melalui acara TV-nya. Sinclair lantas menggunakan gyro-stabilized camera yang diletakkan dalam sebuah helm. Sejak saat itu, action camera mulai berkembang. Bahkan, pada tahun 1963, kamera ala Sinclair tersebut dikembangkan NASA menjadi kamera Hasselblad. Kamera itu digunakan dalam penerbangan Apollo 11 serta mampu membawa banyak data dan fakta tentang penerbangan astronot ke bulan.

Memasuki tahun 2000-an, bentuk action camera semakin kecil dan lebih fleksibel. Pada tahun 2002, Nicholas “Nick” Woodman mencetuskan ide membuat kamera yang mudah dibawa dan bisa melekat di lokasi tertentu saat berselancar.  “Ketika sedang mempersiapkan perjalanan berselancar dan berkeliling dunia, saya memiliki ide sebuah kamera lengan sehingga saya bisa berselancar sambil mendokumentasikan perjalanan bersama teman-teman,” ujat Woodman dalam wawancaranya dengan CNBC, seperti yang dikutip dari infokomputer.com.

unik3

Sejak saat itu, salah satu miliarder termuda di Amerika Serikat tersebut berkreasi dan menciptakan GoPro Hero 1 pada 2004. Dengan film Kodak 35mm, yang dibalut case anti-air, GoPro generasi pertama menjadi barang yang sangat mewah. Pada tahun 2006, GoPro dirancang digital dan meluncurkan GoPro Hero Digital yang bisa merekam video VGA dalam 10 detik tanpa output suara. Tahun demi tahun pun berlalu, Nick terus mengembangkan action camera-nya dengan bentuk yang seminimal mungkin dan hasil maksimal mungkin, hingga lahirlah GoPro Hero 4 yang sudah bisa kamu nikmati sekarang.

Selain GoPro, banyak juga action camera yang kemampuannya juga patut diperhitungkan. Sebut saja Sony Action Cam HDR-AS100VR, JVC adiXXion GC-XA1, Drift HD Ghost, dan yang terbaru, serta sedang ramai diperbincangkan masyarakat adalah Xiaomi Yi 4K.

Keunikan lain action camera

Action camera dirancang untuk satu tujuan: mengabadikan momen dari sudut, posisi, ataupun kondisi yang hampir tidak mungkin dan tidak bisa dilakukan dengan kamera biasa. –cakdan.com

unik1

Faktanya, action camera memang mampu memberikan sudut pandang atau perspektif baru dalam sebuah video. Sebab, kamera ini di desain begitu ringan, kokoh, dan kompak, sehingga dapat dipasang di berbagai tempat yang nyaris tidak terjangkau dengan kamera biasa. Bahkan, action camera juga banyak dipilih untuk disandingkan bersama drone atau pesawat nirawak, yang belakangan juga semakin populer.

Tentu saja, perangkat ini juga tak luput dari kekurangan. Misalnya ketiadaan layar LCD, atau kalaupun ada ukurannya sangat kecil. Melihat hasil rekaman atau gambar umumnya dilakukan lewat tambahan aksesoris ataupun langsung melalui komputer. Juga, perlunya tambahan aksesoris seperti mounting dan masih banyak lagi lainnya, yang harganya terbilang lumayan, agar kamera ini bisa dimanfaatkan secara optimal.

Yang penting, biasakan diri membeli sesuatu sesuai kebutuhan, termasuk saat membeli action camera ya!

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *